Minggu, 19 Oktober 2008

Manusia hasil kloning: Manusia atau binatang?




Kloning adalah cara menciptakan makhluk hidup baru tanpa menggunakan sperma jantan dan telur betina, seperti yang biasanya terjadi secara alamiah. Dolly merupakan biri – biri pertama hasil dari perekayasaan genetika yang dilakukan oleh Ian Wilmut di Roslin Institute di Skotlandia. Teknik pengkloningan sendiri dilakukan dengan cara menjiplak blueprint sel donornya, dan makhluk baru itu akan menjadi sama persis atau identik dengan karakteristik donornya.



Ketika Dolly diciptakan, mula – mula diambil sebuah inti sel yang berisi dari biri – biri yang akan di kloning, kemudaian disuntikkan ke dalam sel telur biri – biri betina yang inti selnya sudah dibuang. Lalu telur yang diganti intinya tadi diberi kejutan listrik untuk memulai proses pertumbuhannya menjadi sebuah embrio. Setelah mengalami beberapa proses pembelahan sel, dan ketika embrio telah dianggap cukup, embrio tersebut ditanamkan kembali kedalam rahim biri – biri betina, supaya embrio itu bisa tumbuh dan kemudia lahir. Dan ketika lahir, kondisi fisik Dolly sama persis dengan biri – biri donornya, karena DNA dari Dolly bukan merupakan pencampuran DNA donor dan DNA biri – biri betina yang melahirkannya.

Lalu bagaimana dengan kloning manusia, isu ini merupakan isu yang sampai sekarang merupakan isu yang mengundang banyak pro dan kontra yang kuat. Jika dilihat secara sekilas, proses yang dilakukan oleh proses pengkloningan ternyata sangat mirip dengan proses yang terjadi dengan proses bayi tabung, yang berbeda adalah untuk proses bayi tabung, sperma dan sel telur dicampurkan diluar tubuh ibu tapi dalam tabung kaca (in vitro), sehingga masih terjadi pencampuran DNA, dari DNA pria dan wanitanya, sedangkan dalam proses pengkloningan hanya satu DNA yang berkembang (ini yang menyebabkan kemiripan yang identik antara donor dan hasil kloning).

Kalau nantinya manusia hasil cloning sudah lahir, apakah dia akan sama persis dengan donornya? Secara fisik, ya, tapi cara berpikir dan tingkah laku, serta keahliannya akan tergantung dari pendidikan dan pengalaman yang didapatnya ketika dia tumbuh dari bayi mungil sampai menjadi orang dewasa.

Tapi perlu kita ingat, manusia itu terdiri dari roh, jiwa, dan tubuh. Akankah manusia cloning ini dapat menciptakan manusia yang sempurna dengan memiliki roh, jiwa, dan tubuh yang sempurna. Dengan pengetahuan manusia dapat menciptakan tubuh manusia, dengan pendidikan dan pengalaman dapat membentuk pikiran dan tingkah laku makhlukhidup, tapi dengan apa manusia dapat menciptakan roh. Hanya Tuhan yang sanggup menciptakan roh itu.

Satu hal yang membedakan manusia dan hewan adalah roh, karena roh inilah manusia jadi benar – benar hidup. Binatang memiliki tubuh, cara berpikir dan tingkah laku. Dan tingkah laku itu sendiri dapat terbentuk dari pendidikan dan pengalaman yang didapatnya juga, tapi binatang tidak memili roh. Karena itu menurut saya jika manusia hanya terdiri dari tubuh dan jiwa, manusia akan menjadi sama seperti binatang. Jadi jika manusia cloning itu ada, apakah mereka akan menjadi manusia atau binatang


Sumber :
www.wikipedia.com
www.crystalinks.com

0 komentar: